Software Development

Software Development

Membantu dalam pembuatan Software Custom sesuai kebutuhan perusahaan anda

Network Infrastruktur

Network Infrastruktur

Membantu dalam membangun, memelihara dan mengimplementasikan network

IT Consulting

IT Consulting

Menyusun kerangka acuan bagi pengembangan TI secara sistematis & berkesinambungan.

Absensi Biometrik Sidik Jari

Berdasarkan hasil riset  lebih dari 50% industri biometrik lebih suka menggunakan aplikasi sidik jari untuk produk mereka daripada menggunakan identifikasi biometrik lainnnya ( seperti Iris, Suara, Pengenalan Wajah, dsb ).
Ada berbagai alasan untuk menggunakan identifikasi sidik jari sebagai system absensi perusahaan:

a. Harga yang relatif lebih murah dibanding sistem biometrik lainnya.
b. Tidak memungkinkan penitipan absen.
c. Bisa menekan pengeluaran fiktif perusahaan, seperti uang lembur, uang hadir, catatan prestasi karyawan, dsb.
d. Meningkatkan produktifitas perusahaan, karena lebih memicu karyawan untuk hadir tepat waktu dan kehadirannya tidak fiktif.
e. Data langsung masuk komputer, bisa langsung diolah untuk pembuatan laporan.

Sensor yang digunakan untuk mendeteksi sidik jari menggunakan sistem optikal, dimana pendeteksian dilakukan dengan pembacaan kontur (tinggi rendahnya permukaan) sidik jari dan listrik statis tubuh. Hal ini menghasilkan tingkat keamanan yang tinggi karena tidak bisa dipalsukan dengan fotocopy sidik jari atau sidik jari tiruan.
Mesin rata rata mampu menampung 1.600 sidik jari per mesin, dan 50.000 memori transaksi bisa disimpan dalam memory, memory ini tidak akan hilang walaupun listrik mati. Untuk mengurangi jumlah dan waktu antrean, maka bisa menggunakan lebih dari satu unit alat ini, semua alat dapat dihubungkan dengan sebuah komputer untuk pengelolaan data dan pembuatan laporan. Hal ini akan membantu untuk perusahaan yang memiliki beberapa pintu masuk atau beberapa gedung, karyawan bisa melakukan absensi di tempat yang paling dekat dengan tempat kerjanya. Untuk satu alat dianjurkan maksimum 250 orang antrean, agar waktu antrean bisa cepat, yaitu sekitar 15 menit, dihitung dari orang yang pertama sampai yang terakhir.

Mesin Absensi Rata rata mempunyai kemampuan :

Memiliki memory registrasi 1.600 template fingerprint, apabila setiap karyawan direkam masingmasing 1 sidik jarinya, maka alat ini bisa menampung 1.600 karyawan per unit alat. Apabila masing-masing karyawan direkam 2 sidik jarinya ( misalnya telunjuk kanan dan telunjuk kiri ),maka alat ini menampung 800 karyawan per unit alat. Data tidak akan hilang apabila didownload ataupun saat listrik mati.
o Memiliki memory transaksi 50.000 transaksi. Misalnya ada 500 karyawan dan dalam satu hari kerja ada 2 kali transaksi absensi ( datang & pulang ), berarti ada 1.000 transaksi per hari kerja, maka memori akan penuh dalam 50 hari kerja. Data transaksi absensi dianjurkan didownload ke komputer sebelum memori penuh, bisa setiap hari atau per minggu atau per bulan, sesuai kebutuhan. Data transaksi harus dihapus setelah didownload agar memori transaksi ini kembali kosong. Data tidak akan hilang apabila listrik mati.

o Bisa multi-terminal, yaitu dalam satu jaringan memungkinkan untuk dipasang hingga 254 unit alat (dengan koneksi TCP/IP) atau maksimum 32 unit alat (dengan RS-485). Sesuai dengan banyaknya jumlah karyawan dan jumlah antrean yang bakal terjadi, maka disarankan agar setiap alat di-antre oleh 200-300 karyawan saja. Perkiraan dengan 250 antrean, maka dalam 12 – 15 menit absensi akan selesai (verifikasi alat hanya 1 detik, namun juga harus diperhitungkan waktu untuk ketik ID, tunjuk kartu dan pergeseran antrean). Jika jumlah antrean lebih dari 300 karyawan
(pada ‘peak hour’), maka disarankan untuk memasang lebih dari 1 unit alat. Walaupun memasang lebih dari 1 unit, cukup dibutuhkan 1 komputer saja untuk pengolahan data dan pembuatan laporan.

o Konektifitas melalui TCP/IP, RS-232 dan RS-485. Maksimum jumlah alat per komputer dan maksimum panjang kabelnya adalah : TCP/IP (250 unit/PC, kabel max 100 m ke Switch/Hub yang terdekat menggunakan UTP CAT5E). RS-232 (1 unit/PC, kabel max 20 m); RS-485 (32 unit/PC, kabel max 1.200 m, diperlukan converter RS-232 to RS-485).

o Cara absen ada 2 cara : Ketik ID (nomor absensi, max 9 angka) dilanjutkan scan jari, atau cara kedua yaitu tanpa ketik ID tapi langsung scan jari. Cara kedua ini disarankan hanya untuk perusahaan yang memiliki karyawan dibawah 300 orang. Untuk jumlah karyawan diatas 300 orang maka sebaiknya tekan nomor ID dahulu untuk mempercepat proses pencarian data di dalam alat.

o Ada 3 - 4 metode absensi : menggunakan fingerprint saja, menggunakan password/PIN, gabungan Fingerprint+password/PIN atau password/PIN+kartu (fitur tambahan). Pada kondisi normal digunakan metode fingerprint saja ( Ketik ID + scan jari ), namun sebagian kecil karyawan ada yang memiliki kulit jari yang tidak memadai untuk dibaca oleh sensor ( aus, tipis, pecahpecah, sering mengelupas ). Apabila sensor sudah tidak sanggup untuk mendeteksi keberadaan sidik jari karyawan tersebut, maka absensi bisa dilakukan dengan menggunakan password/PIN (Cara absensinya : ketik ID + ketik PIN ) atau password/PIN+kartu (fitur tambahan). Namun untuk orang-orang ini perlu dilakukan pengawasan ekstra karena dengan menggunakan PIN maka masih bisa titip absen.


o Bisa beroperasi secara stand-alone, komputer tidak perlu dinyalakan pada saat jam absensi
o Fasilitas ‘Sleep Mode & Idle Time’, yaitu fasilitas untuk memperpanjang usia alat absen dengan cara alat absen akan otomatis mati dalam waktu yang kita tentukan, yaitu apabila selama waktu tsb tidak terjadi transaksi. Alat bisa dihidupkan kembali dengan menekan tombol tertentu di alat tersebut.


Sedangkan Software Absensi memiliki fitur-fitur :

o Variasi jam absen : 2 kali per hari (Datang – Pulang) atau 4 kali per hari (Datang – Istirahat - Selesai Istirahat - Pulang).
o Adanya toleransi keterlambatan dan toleransi pulang cepat.
o Ada pembatasan jam absensi yang diijinkan, misalnya absensi masuk hanya diperbolehkan dari jam 06:00 hingga 09:00, dan absen pulang bisa dilakukan dari jam 14:00 hingga 23:00, diluar ketetapan jam tersebut absensi akan diabaikan.
o Pola penjadualan flexible, bisa pola yang beraturan ataupun pola yang tidak beraturan. Cocok untuk perusahaan yang memiliki beberapa shift kerja, dan disertai rolling shift kerja. Juga memungkinkan untuk terjadinya pertukaran jam kerja antar karyawan.
o Fasilitas mencatat : sakit, ijin, dan cuti, serta koreksi transaksi absensi.
o Laporan absensi seperti : absen datang, absen pulang, jumlah keterlambatan, jumlah pulang cepat, jumlah jam lembur, jumlah jam kerja, efisiensi jam kerja, dan keterangan apabila tidak hadir.
o Jangka laporan bisa harian, bulanan, laporan bentuk terperinci, dan rekapituliasi